Bekies Kogoya,
Mahasiswa Doktoral Unhas sekaligus Wakil Ketua DPR Papua Tengah, Paparkan Mitigasi Konflik Pemilu pada Konferensi Internasional
Makassar – Wakil Ketua DPR Provinsi Papua Tengah sekaligus mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Hasanuddin, Bekies Kogoya, menjadi salah satu pembicara dalam International Conference yang berlangsung di Hotel Gammara Makassar, Jl. Metro Tanjung Bunga, Kamis (23/7/2026). Pada kesempatan tersebut, ia mempresentasikan hasil kajian bertajuk “Polycentric Governance and Election Conflict Mitigation in Puncak Jaya, Papua, Indonesia.”
Dalam presentasinya, Bekies Kogoya mengangkat pentingnya penerapan tata kelola polisentrik (polycentric governance) sebagai pendekatan dalam mencegah dan memitigasi konflik pemilu di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Menurutnya, karakteristik sosial dan politik di wilayah tersebut memerlukan pola pengelolaan yang melibatkan banyak aktor, sehingga penyelesaian persoalan tidak hanya bertumpu pada satu lembaga atau institusi.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan mitigasi konflik sangat dipengaruhi oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, lembaga legislatif, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, serta partisipasi aktif masyarakat. Sinergi tersebut dinilai mampu memperkuat proses demokrasi yang aman, damai, dan berintegritas.
“Mitigasi konflik pemilu tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi semata. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar proses demokrasi berlangsung aman, adil, dan menghasilkan legitimasi yang kuat di tengah masyarakat,” ujar Bekies di hadapan peserta konferensi.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan polisentrik memberikan ruang bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membangun koordinasi, memperkuat komunikasi, menyelesaikan sengketa secara dialogis, serta mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas politik di Papua.
Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar bekerja sama dengan Faculty of Political Science and Public Administration, Polytechnic University of the Philippines; Faculty of Law, Vellore Institute of Technology, India; Government Law College, Ramanathapuram yang berafiliasi dengan Tamil Nadu Dr. Ambedkar Law University, India; Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi; Politeknik STIA LAN Bandung; Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia; Faculty of Administration and Finance, University of Raparin, Kurdistan-Irak; serta Institute for Research and European Studies, Makedonia Utara.
Forum ilmiah yang berlangsung selama 23–24 Juli 2026 tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, serta pengambil kebijakan dari berbagai negara. Tercatat, delegasi dari 12 negara, yakni Makedonia Utara, Thailand, Spanyol, Filipina, India, Vietnam, Irak, Yordania, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Korea Selatan, turut berpartisipasi dalam membahas berbagai isu mengenai tata kelola pemerintahan, demokrasi, transformasi politik, serta pembangunan berkelanjutan.
Selain menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPR Provinsi Papua Tengah, Bekies Kogoya saat ini tengah menyelesaikan studi Program Doktor (S3) di Universitas Hasanuddin, Makassar. Keikutsertaannya sebagai pemakalah dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam mengembangkan kajian mengenai tata kelola pemerintahan, resolusi konflik, dan penguatan demokrasi, khususnya di Papua.
Melalui forum internasional ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi ilmiah yang dapat menjadi referensi bagi pemerintah, kalangan akademisi, dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan mitigasi konflik pemilu yang lebih efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan demi memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia, khususnya di Papua.



















