YOGYAKARTA —
Sabtu pagi, 27 Mei 2006, pukul 05:53 WIB, guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnetudo 6,3 meremukkan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Kabupaten Bantul menjadi titik terparah dari bencana yang meluluhlantakkan puluhan ribu rumah dan merenggut ribuan nyawa dalam hitungan detik. Di tengah kepanikan dan duka yang mendalam, aksi nyata kemanusiaan bergerak cepat menuju pusat bencana.

Salah satu sosok yang terjun langsung ke medan bencana adalah Menstar Simanjuntak. Sebagai seorang relawan kemanusiaan,
Menstar tidak bergerak tangan kosong. Ia menyalurkan dan mendistribusikan langsung bantuan logistik yang didukung penuh oleh perusahaan tempat adiknya bekerja—sebuah perusahaan pelayaran nasional yang merespons cepat panggilan darurat bencana.
Foto kenangan tahun 2006 mengabadikan momen bersejarah tersebut. Momen ketika Menstar berada di tengah puing-puing reruntuhan Bantul, membawa bantuan materiil sekaligus harapan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga.
”Melihat langsung kondisi Bantul saat itu sungguh menyayat hati. Namun, di situlah peran relawan diuji untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang paling membutuhkan,” kenang Menstar.
Aksi tanggap darurat yang dilakukannya bersama jaringan relawan dan dukungan sektor swasta menjadi bukti nyata betapa pentingnya solidaritas antar-sesama di masa krisis.
Jejak langkah Menstar Simanjuntak di Bantul 2006 terus menjadi pengingat bahwa kepedulian dan jiwa kemanusiaan adalah lentera di tengah kegelapan bencana.(tim)



















